Kanker Usus, Penyakit Yang Merenggut Nyawa Istri Ustadz Maulana

Istri Ustadz Maulana, Hj Nur Aliyah , meninggal pada hari minggu (20/1) yang lalu karena penyakit kanker usus di RS Bhayangkara Makassar. Istri Ustadz Maulana diketahui berjuang melawan penyakit kanker usus sejak 7 tahun silam. Berkaca pada hal itu sebaiknya kita mengetahui apa saja penyebab penyakit kanker usus sehingga kita bisa mawas diri dan terhindar dari penyakit itu.

Tanda-tanda dan Gejala Kanker Usus Halus :

Apa saja gejala kanker usus halus? mengutip sumber dari hellosehat berikut gejala kanker usus :

  • Sakit atau kram di bagian tengah perut
  • Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas (tidak sedang diet)
  • Ada benjolan di perut
  • Buang air besar berdarah

Faktor-faktor Yang Meningkatkan Resiko Kanker Usus Halus :

  • Orang yang lanjut usia (di atas 60 tahun)
  • Pria lebih berisiko daripada wanita
  • Faktor genetik (keturunan atau ada riwayat kanker dalam keluarga)
  • Merokok dan minum minuman beralkohol
  • Pola makan yang tinggi lemak
  • Tinggal atau bekerja di lingkungan yang tinggi kandungan kimianya (misalnya phenoxyacetic acid dalam pestisida)
  • Kondisi lainnya yang memengaruhi usus seperti penyakit Crohn, kanker usus besar, atau penyakit Celiac
  • Limfedema (kerusakan pembuluh yang terhubung dengan kelenjar getah bening)

Selain itu pula kanker usus ini bisa dipicu dari berbagai hal, salah satunya gaya hidup dan pola makan berantakan. Terutama makanan alternatif yang disangka menyehatkan dan praktis tetapi justru memicu kanker usus, seperti sosis daging. Juga aktifitas yang membawa kita untuk jarang bergerak.

Tips Mencegah Penyakit Kanker Usus :

1. Kurangi kebiasaan makan daging merah

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah sebanyak 3 ons per hari untuk pria dan sebanyak 2 ons per hari untuk wanita dapat meningkatkan risiko kanker usus besar sebesar 30-40%. Bahkan, konsumsi daging olahan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan peningkatan risiko kanker usus besar.

2. Perhatikan cara masak daging

Memasak (seperti menggoreng, memanggang, atau membakar) daging pada suhu tinggi –bahkan sampai daging hangus- dapat menyebabkan interaksi antara kreatinin otot dengan asam amino. Akibatnya, sejumlah senyawa karsinogenik (senyawa penyebab kanker) terbentuk.

3. Pilih daging rendah lemak

Asupan lemak yang tinggi dapat menyebabkan asam empedu dalam jumlah besar dilepaskan ke dalam saluran pencernaan untuk membantu memecah lemak. Asam empedu kemudian diubah menjadi asam empedu sekunder saat masuk ke usus besar.

4. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan

Antioksidan yang banyak terkandung dalam sayuran dan buah juga dapat membantu Anda dalam mencegah kanker. Antioksidan bekerja dengan cara melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *