Melatih Anak Bicara

Melatih Anak Bicara – Setiap anak itu unik, ada yang mahir berjalan dulu, baru belajar bicara. Ada juga yang sebaliknya. Tapi tak jarang ada yang berkembang berbarengan. Justru karena setiap anak unik, dan memperlihatkan ciri yang berbeda. Anak yang terlambat bicara tidak bodoh. Mereka memiliki tingkat kepintaran yang sama dengan anak normal lainnya. Bagaimana apabila anak ternyata sulit untuk berbicara? Masalah ini tentunya harus diwaspadai oleh para orangtua. Kalau dibiarkan, maka anak akan terlambat bicara dan kesulitan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Anak dapat dikatakan terlambat bicara jika pada usia 1,5 tahun belum dapat mengucapkan beberapa kata secara konsisten, misalnya seperti memanggil mama, papa, ini, itu, mana. Pada usia 2 tahun biasanya anak sudah mampu merangkai kata-kata sederhana seperti mama mana, dan sebagianya. Jika pada usia 2-3 tahun belum bisa berbicara dengan lancar atau hanya bisa mengucapkan beberapa potongan kata saja, kemungkinan anak tersebut mengalami keterlambatan bicara.

Untuk mengatasi anak yang terlambat bicara, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh orang tua, di antaranya:

Anda Harus Sering Mengajak Anak Bicara Untuk Menstimulasi Kemampuan Berkomunikasi

Semakin sering Anda berbicara dengan anak, maka makin banyak kosakata baru yang ia dengar. Pada umumnya anak sudah mengeluarkan bunyi huruf vokal seperti A, I, U, E, O setelah berusia lebih dari 6 bulan. Kemudian kemampuan mengoceh anak akan terus bertambah. Namun juga ada anak yang sudah berusia lebih dari 2 tahun dan selalu saja diam.  Meskipun mereka selalu bersikap mengerti apa yang dibicarakan oleh orang tua

Ajari Anak Berinteraksi dengan Teman Sebayanya Untuk Menghilangkan Rasa Malunya

biasakan anak bermain dengan teman-teman sebayanya. Ajari anak Anda bagaimana menyapa lalu mengajak anak lain untuk bermain bersama. Untuk melatih hal ini maka orang tua harus sering mengajak anak berbicara kemudian lakukan percakapan secara dekat.

Ajak anak membaca buku cerita

Buku cerita tentang hewan bisa menjadi solusi ibunda dalam meningkatkan minta baca anak. Misalkan untuk hidup hewan harus melakukan apa, bagaimana cara hewan makan, dst.

Kurangi Penggunaan Gadget  karena Bisa Membuatnya Sulit Bersosialisasi

Gadget bisa menjadi momok yang meresahkan bunda, batasi jam melihat gadget dan harus tegas dalam mengawasi apa yang dilihat oleh sang buah hati.

Batasi Menonton Telivisi

Acara televisi di negara ini kadang membahayakan. Memang tidak semua, tapi Bunda memang kudu ekstra ketat dalam hal menonton telivisi. Acara TV seperti laptop si unyil atau acara TV edukatif lainnya bisa menjadi pilihan.

Ajari anak sesuai tahap usia

Orang tua tidak bisa harus memasak anak untuk cepat bicara agar mereka bisa berkomunikasi. Anda harus melihat berapa umur anak Anda dan bagaimana perkembangan kecerdasan anak. Cara ini akan membantu Anda tidak menekan anak yang bisa menyebabkan anak stres, tertekan dan justru tidak mau bicara. Anda harus bersikap sabar dan memahami perkembangan anak sesuai dengan usia. Berikut ini beberapa tahap kemampuan bicara anak:

  • Usia 0 sampai 4 bulan: anak sudah tertarik dengan suara, nada suara, mencari sumber suara dan mulai meniru suara tertentu namun tidak jelas.
  • Usia 4 sampai 7 bulan: anak sudah bisa mulai mengoceh meskipun tidak jelas. Anda bisa mengajak anak berbicara huruf vokal saja.
  • Anak usia 1 sampai 12 bulan: anak suka menjerit, mengeluarkan suara keras dan kata pertama bisa saja muncul pada tahap usia ini.
  • Anak usia 12 sampai 18 bulan: anak mulai bisa mengerti bahasa, mengumpulkan kosa kata dan mulai berbicara lebih banyak.
  • Anak usia 18 sampai 30 tahun: anak mulai bisa berbicara lebih banyak dengan kalimat pendek dan pertanyaan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *