Mengatasi Tantrum Pada Anak

Mengatasi tantrum pada anak – Saat anak berusia 13 bulan sampai 4 tahun sangat wajar bila si kecil mendadak marah alias tantrum. Biasanya karena anak tidak mendapatkan benda atau barang yang diinginkan. Kondisi ini merupakan hal yang biasa terjadi, terutama pada anak yang berusia antara 1 hingga 4 tahun. Meskipun menyeramkan tapi itu adalah alami, tantrum adalah salah satu cara belajar anak untuk berkomunikasi secara efektif dengan Anda dan lingkungannya.

Rata-rata, tantrum berlangsung selama 0,5 sampai 1 menit. Ada pula yang kejadiannya berlangsung 5 menit atau lebih. Durasi rata-rata tantrum pada anak usia 1 tahun adalah 2 menit, 4 menit untuk anak yang berusia 2-3 tahun, dan 5 menit pada anak yang berusia 4 tahun. Dalam seminggu, anak usia 1 tahun bisa mengalami 8 kali tantrum. Frekuensinya naik menjadi 9 kali pada anak berusia 2 tahun. Lalu terus menurun menjadi 6 kali pada anak yang berusia 3 tahun, dan 5 kali pada anak yang berusia 4 tahun. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa tantrum pada anak akan berkurang frekuensinya selepas umur 3 tahun. Ketika itu, kemampuan verbal anak dikatakan mulai berkembang sehingga sudah lebih baik dalam mengekspresikan kemauannya.

Cara Mengatasi Tantrum Pada Anak :

1. Tetap Tenang

Saat tantrum pada anak terjadi, orangtua harus tetap tenang. Jangan balas berteriak atau memaksa anak. Jika orang tua bersikap marah maka anak akan semakin menjadi bersikaplah tenang agar membuat tantrumnya lebih mudah diatasi karena emosi sang anak terkontrol.

Baca Juga : Daun kelor bermanfaat bagi ibu menyusui

2. Mengetahui Penyebab Tantrum

Penyebab tantrum pada anak bermacam-macam, seringkali karena keinginannnya tidak tercapai atau ia mengalami kesulitan dalam mengungkapkan isi hatinya. Menetahui penyebabnya adalah cara bagus kemudian beri nasihat pada sang anak.

3. Jangan Beri Imbalan

Hal lain yang seringkali dilakukan banyak orangtua adalah menjanjikan imbalan saat anak sedang tantrum. Jangan lakukan hal ini, karena bisa menyebabkan dia akan kembali tantrum dan menjadi senjata utama trantum lagi.

4. Peluk Anak

Saat anak sedang tantrum, peluk dan dekap erat hingga ia tenang. Jangan sampai melakukan kekerasan fisik karena merasa kesal melihatnya menjerit-jerit dan menangis. Memeluknya atau juga menggendongkan memberikan efek nyaman pada anak.

5. Ajari Berkomunikasi Yang Baik

Saat tantrum pada anak mereda, ajarkan padanya untuk berbicara tengatng apa yang ia inginkan dengan baik dan jelas karena Ibu tidak mengerti apa yang ia inginkan bila anak marah-marah. Dengan begitu, mencegahnya untuk kembali tantrum setiap keinginannya tidak terpenuhi.

[everest_form id=”79″]