Perkembangan Anak

sehatsemangat.com – Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan bermain anak anak mampu untuk mencapai perkembangan fisik, intelektual, emosi dan sosial. Perkembangan fisik dapat dilihat saat anak anak bermain, perkembangan intelektual dapat dilihat dari anak menggunakan peralatan permainan, dan perkembangan emosional dapat dilihat dari rasa anak apakah itu senang, marah, manangis. Perkembangan sosial dapat dilihat dari hubungan pergaulan dengan teman temannya, apakah itu saling tolong menolong, memperhatikan anak lain, dst.

Perkembangan Anak

Ada hubungan erat antara apa yang dilakukan saat ini dan dilakukan di masa yang akan datang, sebagai contoh anak yang suka bermain balok balokan menyusun sesuatu bisa menjadi arsitek di masa yang akan datang. Bisa juga anak yang suka mewarnai di masa yang akan datang bisa menjadi pelukis. Tinggal bagaimana cara orang tua akan mengarahkan minat sang anak.

Perkembangan anak meliputi :

  1. Perkembangan sensorik-motorik

Permainan yang cocok untuk ini adalah permainan membuat playdough. Harus dalam pengawasan orang tua. Jari jari anak akan terangsang untuk menekan, merasa, membentuk benda kesukaan. Lebih baik lagi jika membuat playdough sendiri dengan bahan bahan yang aman untuk aman seperti yang ada di dalam video youtube ini. Klik di sini

  1. Perkembangan intelektual

Contoh yang bagus untuk mainan yang dapat melatih intelektual anak adalah bermain balok, memasangnya satu per satu menjadi sebuah bangunan atau sebuah kendaraan dapat merangsang imajinasi anak.

  1. Perkembangan sosial

Bermaian dengan sesamanya seperti bermain bola, bermain petak umpet, menggambar bersama dengan anak yang lain bisa menjadi solusi agar anak bisa mengenal orang lain dan tumbuh jiwa sosialnya.

  1. Perkembangan kreatifitas

Ajak anak untuk menciptakan permainan sains sederhana tidak ada salahnya untuk dicoba, seperti membuah percobaan dengan balon, cuka dan soda kue. Balon akan menggelembung. Permainan ini seru. Contoh permainannya bisa dilihat di channel berikut. Klik di sini

  1. Perkembangan kesadaran diri

Anak akan belajar mengenai kemampuannya dan membandingkan dengan orang lain lalu menguji kemampuannya dengan mencoba peran-peran baru dan mengetahui dampak perilakunya terhadap orang lain.

  1. Perkembangan moral

Anak anak meniru apa yang terjadi di keluarga dan lingkungan sekitar. Jika orang tua sukanya membentak anak akan turut melakukan hal yang sama. Maka akan menjadi penting untuk orang tua supaya mengawasi segala apa yang dilihat dan permainan seperti apa yang anak anak ikuti.

Tahapan Perkembangan Bermain

Tahapan ini terdiri atas :

  1. Tahap eksplorasi

Tahap ini dialami oleh bayi umur 3 bulan, yang dapat dilakukan adalah acak mengacak. Di usia 3 bulan bayi bisa mengacungkan jari telunjuknya dan untuk menggapai sesuatu dia akan mengacungkan jarinya dan mencoba meraih apa yang dia inginkan. Dalam tahap ini, sang bayi bisa mengambil, memegang dan mengambil benda yang dia dapat. Saat bayi mampu untuk merangkak dan berjalan maka dia akan memperhatikan semua hal yang ada dalam jangkauannya.

  1. Tahap permainan

Usia 2-3 tahun anak mampu untuk mengidentifikasi benda mati dan benda hidup.  Mereka bisa membayangkan bahwa mainannya mempunyai sifat hidup dan bergerak, contoh pada anak perempuan mainannya adalah boneka, kadang suka dimandikan dan digendong layaknya makhluk hidup. Pada usia 5-6 tahun, rasa suka pada permainan permainan seperti itu akan berkurang tergantikan oleh hal semacam mencari teman atau memperluas pertemanan sebanyak mungkin untuk bermain bersama .

  1. Tahap bermain

Ini  adalah tahap masuk sekolah (biasanya sekolah TK). Permainannya sangat beraneka jenis. Dari sini akan terlihat si anak bakatnya tentang apa.

  1. Tahap melamun

Tahap ini adalah tahap puber. Anak memasuki usia ABG, mereka akan kehilangan minat pada permainan-permaian yang dulu dia sukai. Pada masa ini, anak biasanya ingin dimengerti oleh orang lain dan ingin menemukan jati diri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *